Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan peran strategis MUI dalam kehidupan bangsa dan negara. Ia menyebut MUI sebagai pilar stabilitas, ketenangan, kesejukan, serta toleransi antarumat beragama. “MUI selalu hadir setiap bangsa mengalami kesulitan. Baru-baru ini kita melihat MUI tampil sejak hari pertama bencana di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan sejumlah provinsi lain,” ujarnya.
Presiden juga menegaskan bahwa persatuan antara ulama dan umara merupakan kunci utama terciptanya perdamaian, kemakmuran, dan kebangkitan bangsa. Menurutnya, sepanjang sejarah peradaban, bangsa yang berhasil adalah bangsa yang mampu menjaga perdamaian melalui sinergi pemimpin agama dan pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengumumkan rencana pemerintah menyediakan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Lahan itu akan digunakan untuk pembangunan gedung MUI serta berbagai lembaga umat Islam, sebagai pusat baru institusi keagamaan di jantung ibu kota.(R).












