Menurutnya, kesepakatan dagang di tengah turbulensi geopolitik menjadi bukti kepiawaian Presiden Prabowo Subianto dalam menerapkan politik bebas aktif Indonesia di antara pemimpin negara-negara maju. Ia menegaskan, capaian ini tidak hanya didukung oleh potensi pasar kedua negara yang sama-sama menjanjikan di lingkup G20, tetapi juga oleh kesepahaman visi pembangunan ekonomi serta agenda perdamaian dunia dari kedua pemimpin.
Lebih lanjut, mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu mendorong pemerintah daerah untuk menindaklanjuti capaian positif diplomasi dagang tersebut dengan menyiapkan ekosistem hilirisasi komoditas perkebunan unggulan di masing-masing daerah.
“Pemda harus proaktif menyambut kado diplomasi dagang Presiden dengan mengembangkan komoditas ekspor unggulan melalui Koperasi Merah Putih. Dalam konteks persaingan global, selisih tarif yang timpang sangat menentukan daya saing harga di pasar utama dunia,” tutupnya. (R).












