Distribusi Kendaraan Koperasi Desa Berjalan di Tengah Polemik Penundaan DPR

Ilustrasi mobil pick up impor yang diperuntukan Koperasi Merah Putih. dok.Amadanews.com

Jakarta, Amadanews.com – Sebanyak 1.000 unit kendaraan niaga impor dari India untuk program Koperasi Desa Merah Putih telah tiba di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 200 unit di antaranya mulai didistribusikan ke sejumlah daerah.

Kendaraan tersebut merupakan bagian dari kontrak pengadaan 105.000 unit kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun oleh BUMN melalui PT Agrinas Pangan Nusantara. Rinciannya, 35.000 unit Scorpio Pickup dipasok oleh Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pickup dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

Direktur Utama Agrinas, Joao Angleo De Sousa Mota, menyatakan distribusi dilakukan secara bertahap. Unit-unit yang telah tiba sementara ditempatkan di Kodim sebelum disalurkan ke koperasi yang dinyatakan siap beroperasi. Ia menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah dan DPR terkait kebijakan impor serta distribusi kendaraan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta agar pengadaan pickup impor ditunda. Pernyataan itu kemudian direspons oleh Menteri Keuangan yang menyatakan akan mengikuti arahan DPR. Namun, di sisi lain, unit kendaraan sudah lebih dahulu tiba di Tanah Air dan sebagian telah didistribusikan.

Kondisi ini memunculkan perhatian publik karena adanya dinamika antara arahan penundaan dan realisasi pengiriman yang sudah berjalan. Pemerintah menegaskan seluruh langkah akan tetap mengacu pada keputusan negara dan kepentingan masyarakat. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *