Cianjur, Amadanews.com – Pria paruh baya MI (56), meninggal dunia setelah diduga dianiaya akibat tuduhan mencuri labu siam. Korban tewas di rumahnya di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dua hari setelah peristiwa penganiayaan yang dialaminya.
Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika terduga pelaku UA (41) memergoki korban mengambil labu siam dari kebunnya. Mengetahui hal itu, pelaku mengejar korban hingga ke depan rumahnya, lalu memukul dengan tangan kosong dan menendang.
“Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta memar di bahu dan lengan, hidung berdarah, bahkan sempat muntah-muntah,” ujar Usep, Selasa (3/3/2026).
Kronologi kejadian
Peristiwa naas yang menimpa MI (56), menyisakan duka mendalam dan trauma bagi keluarga korban.
Adik korban, Cucum Suhenda (55) mengaku melihat jelas saat korban dianiaya, dengan cara dipukul dan ditendang oleh tersangka UA (41), yang merupakan pemilik kebun.
Peristiwa itu, kata Cucum sangat membuatnya berduka dan trauma serta menyesal karena hanya mampu melerai tersangka usai menganiaya korban.
”Kejadiannya tepat di depan saya, tersangka secara membabi buta menganiaya kakak saya. Saya, hanya bisa melerai karena takut menjadi sasaran emosi dari tersangka,” kata Cucum
Usai mengalami penganiayaan, lanjut Cucum, korban sempat muntah dan mengeluhkan pusing hingga pingsan.
Dua buah labu siam masih dipegang di tangan MI. Dengan gontai dia membawa dua labu itu pulang ke rumah.
Cucum mengatakan rencananya labu itu akan dimasak dan dimakan untuk berbuka puasa korban dengan ibunya yang sudah renta, Mak Ining (99 tahun).
”Sangat sedih, perbuatan almarhum ini karena terpaksa. Buah labu itu untuk dimasak dan dimakan bersama ibu saat buka puasa. Karena, saat kejadian almarhum juga tengah puasa,” ucapnya.
lanjut cucum, ”Dua hari usai dianiaya itu, MI meninggal dunia”.
Di rumah itu, MI tinggal bersama dengan ibu dan anaknya yang masih SMP. Sebelumnya MI pernah bekerja sebagai buruh di perkebunan di Gunung Mas. Namun setelah bercerai dengan istrinya, dia kembali ke Cianjur bekerja serabutan untuk merawat sang ibunda. Sambil meneteskan air mata mengenang kakaknya alm. MI.
Kata netizen
Peristiwa memilukan yang menimpa MI seharusnya menjadi cermin bagi bangsa ini. Ironisnya, seorang warga miskin mencuri dua buah labu siam untuk sekedar makan lalu kehilangan nyawa akibat penganiayaan, sementara para pelaku korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah kerap lolos dengan hukuman ringan.
Netizen juga menyesalkan absennya negara dalam melindungi rakyat kecil seperti MI, dan menuntut keadilan yang setara. “jangan hanya tegas pada kaum lemah, tetapi juga berani menindak tegas para koruptor yang sesungguhnya merampas hak hidup banyak orang”. (Red).