Nias Selatan, Amadanews.com – Aparat Polres Nias Selatan mengamankan satu unit mobil bermuatan bensin dan solar di wilayah Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu malam (4/4/2026). Video penangkapan tersebut beredar luas di masyarakat dan menimbulkan perhatian publik, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan isu distribusi bahan bakar di daerah.
Mobil jenis pick-up L300 berwarna putih yang diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah signifikan terlihat dalam rekaman video bersama sebuah mobil berwarna hitam lain yang diduga kendaraan polisi dari Polres Nias Selatan. Seorang pengendara berkaos oblong putih dan bercelana pendek tampak berbincang dengan warga di lokasi kejadian.
“Iya bang, sudah sering lewat sini mobil itu,” ujar seorang warga setempat.
Tak lama kemudian, pengendara tersebut meminta warga memberikan keterangan dan kemudian naik ke mobil hitam meninggalkan lokasi.
” Iya, bang, nanti siap beri keterangan sama kami ya”, katanya .
“Siap bang”, jawab warga tersebut.
Sementara itu, kendaraan pengangkut BBM tampak bersiap-siap bergerak, meski dalam video tidak disebutkan ke mana mobil tersebut melaju atau diarahkan kemana.
Di sisi lain, masyarakat di Kecamatan Lahusa kerap mengeluhkan kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar. Kelangkaan ini diduga akibat ulah oknum pemilik maupun karyawan SPBU yang melakukan penjualan BBM bersubsidi tanpa surat resmi dari dinas terkait.
Warga bahkan beberapa kali mendapati praktik pengisian BBM bersubsidi ke dalam jerigen di SPBU Lahusa. Aktivitas tersebut memicu kecurigaan adanya pelanggaran aturan distribusi dan membuka ruang penyelewengan subsidi negara. Ironisnya, tindakan itu dilakukan di ruang publik, di tengah dugaan aktivitas ilegal yang menyangkut distribusi barang subsidi milik negara.
Kasus ini semakin menyoroti pentingnya pengawasan distribusi BBM di daerah, terlebih di tengah krisis energi global yang ditandai gejolak harga minyak, konflik geopolitik, serta transisi menuju energi terbarukan. Kondisi tersebut berdampak pada pasokan dan harga BBM di berbagai negara, termasuk Indonesia, sehingga pengawasan di lapangan menjadi krusial untuk mencegah penyelewengan.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya mencari keterangan resmi dari pihak-pihak terkait. (Tim).












