Hari Jadi ke-348 Kota Gunungsitoli; Fashion Carnaval, Budaya Nias Mendunia dari Lapangan Merdeka.

Gunungsitoli, Amadanews.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-348 Kota Gunungsitoli, Pemerintah Kota Gunungsitoli menggelar rangkaian kegiatan meriah yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Jumat (24/4/2026). Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah Gunungsitoli Fashion Carnaval, menampilkan beragam kostum kreatif sarat makna budaya.

Fashion Carnaval menghadirkan karya spektakuler mulai dari busana berbahan tenun khas Nias, kostum karakter yang mengeksplorasi kearifan lokal, hingga ragam tampilan yang merepresentasikan kekayaan budaya Nias. Kreativitas para peserta berhasil memukau masyarakat dan menjadi bukti nyata pelestarian budaya melalui sentuhan modern.

Suasana semakin semarak dengan penampilan paduan suara Pelita Music yang membawakan lagu-lagu indah penuh harmoni, menciptakan nuansa hangat dan kebersamaan. Tidak kalah menarik, sejumlah penyanyi profesional turut menghibur masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., menyerahkan Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) kepada Museum Pusaka Nias. Penyerahan dilakukan bersama Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kota Gunungsitoli, Ketua TP-PKK, serta Ketua Panitia Hari Jadi ke-348. Nomor pendaftaran diterima langsung oleh Ketua Yayasan Museum Pusaka Nias, Pastor Dionisius Laia, OFM.Cap.

Selain itu, pihak museum memberikan cinderamata berupa Tenun Ladari kepada Ny. Veny Sowa’a Laoli sebagai apresiasi atas dedikasinya dalam perayaan ulang tahun ke-30 Museum Pusaka Nias.

Rangkaian kegiatan turut dihadiri Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Sekretaris Daerah bersama Ketua DWP, para camat, kepala perangkat daerah, serta masyarakat. Kehadiran para tokoh menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan dalam membangun Kota Gunungsitoli.

Perayaan hari jadi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya, meningkatkan kebanggaan terhadap warisan lokal, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. *(EF)*.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *