Kebakaran Pasar Nauli, 80 Persen Bangunan Rusak; Wali Kota Akhmad Syukri imbau masyarakat hindari spekulasi

** Wali Kota Sibolga tegaskan tidak ada korban jiwa, kerugian material masih dalam pendataan.

Amadanews.com – Pemerintah Kota Sibolga melalui Posko Pendataan dan Pengaduan Korban Kebakaran Pasar Sibolga Nauli mulai melaksanakan pendataan terhadap pedagang yang terdampak musibah kebakaran pada Sabtu malam (11/7/2026).

Sejak dibuka Minggu (12/7/2026) siang, posko dipadati pedagang yang secara tertib melaporkan data kepemilikan kios maupun lapak, sekaligus menyampaikan pengaduan atas kerugian yang dialami. Pendataan ini menjadi langkah awal pemerintah dalam menyusun kebijakan penanganan, penyaluran bantuan, serta percepatan pemulihan aktivitas perdagangan pascakebakaran.

Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, S.Pd.,M.H menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Berdasarkan informasi awal yang kami terima, tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Namun demikian, kami tetap menghormati proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” jelas Wali Kota.

Berdasarkan peninjauan awal, sekitar 80 hingga 90 persen bangunan pasar mengalami kerusakan, sementara 20 persen lainnya masih utuh. Pasar tersebut diketahui memiliki sekitar 400 kios dan kurang lebih 900 lapak pelataran.

Wali Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak membangun spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan pedagang. Ia menegaskan seluruh personel Pemadam Kebakaran telah bekerja maksimal sejak menerima laporan, dibantu unsur TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Tim Damkar Mujur Timber, serta masyarakat. Upaya pemadaman berhasil dilakukan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Pihak kepolisian memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Jumlah kerugian material masih dalam proses pendataan, sementara penyebab kebakaran menunggu hasil olah TKP dan penyelidikan Tim Inafis Polri.

Sebagai bentuk keseriusan penanganan, Wali Kota Sibolga menyatakan akan berkantor sementara di Kantor Dinas Perhubungan Kota Sibolga yang berdekatan dengan Pasar Nauli. Langkah ini dilakukan agar koordinasi, pemantauan, dan pengambilan keputusan terkait pemulihan aktivitas pedagang dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Pemerintah Kota Sibolga memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan pascakebakaran serta mendukung penuh jalannya penyelidikan guna memperoleh kepastian penyebab kebakaran berdasarkan fakta di lapangan. *(S)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *