Sorak Stadion Jangan Bungkam Jeritan Rakyat di Jalan Rusak

Ferdinandus Klau Seran - Kabid Germas IMMALA Jakarta.

Amadanews.com – Ferdinandus Klau Seran alias Bob, Kabid Germas IMMALA Jakarta, menilai Pemerintah Kabupaten Malaka lebih sibuk mengurus sepak bola daripada memperhatikan kondisi jalan yang rusak. Ia menegaskan, stadion boleh megah, tetapi jalan berlubang tetap menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.

“Prestasi olahraga memang penting, namun keselamatan rakyat adalah tanggung jawab yang tidak boleh dikorbankan. Jangan biarkan tepuk tangan di tribun menutupi jeritan warga yang setiap hari mempertaruhkan nyawa di jalan yang rusak,” ujar Bob kepada awak media, Senin (1/8/2026).

Bob mempertanyakan keberadaan bupati dan wakil bupati Malaka. Menurutnya, ketika penguasa lebih sibuk merayakan kemenangan di lapangan bola, rakyat justru kalah setiap hari di jalan-jalan yang rusak. Aspal berlubang, jembatan rapuh, dan akses jalan yang terhambat menjadi penghalang kehidupan masyarakat, sementara suara mereka seolah tenggelam oleh gemuruh sorak di stadion.

Bagi rakyat, jalan yang layak bukanlah kemewahan, melainkan hak. Bob menekankan, ukuran keberhasilan pemerintah bukan seberapa meriah perayaan olahraga, melainkan seberapa besar keberpihakan terhadap kebutuhan dasar rakyat.

“Rakyat tidak hanya membutuhkan hiburan, tetapi juga infrastruktur yang aman dan berpihak pada kepentingan publik. Jangan jadikan sorak-sorai di stadion sebagai alasan untuk membungkam suara rakyat dari jalanan yang rusak,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemajuan sebuah daerah tidak diukur dari megahnya pertandingan, melainkan dari aman tidaknya seorang ibu mengantar anak ke sekolah, seorang petani membawa hasil panen, dan seorang pekerja pulang dengan selamat.

“Rakyat tidak meminta kemewahan, rakyat hanya menuntut hak atas infrastruktur yang layak, aman, dan menjadi prioritas,” pungkas Bob. *(dh)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *