Amadanews.com – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di posko pengungsian Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026), menghadirkan momen kehangatan bagi warga terdampak gempa. Setibanya di lokasi, Presiden disambut antusias masyarakat dan anak-anak yang berdesakan mendekat, sebagian mengabadikan momen dengan telepon genggam, sementara lainnya menjabat tangan dan memeluk Kepala Negara.
Presiden meninjau dapur umum serta dapur lapangan Polri, menyapa petugas yang tengah menyiapkan makanan, dan melihat menu yang disajikan untuk para pengungsi. Usai itu, Presiden melanjutkan peninjauan ke tenda pengungsian. Kehadirannya disambut penuh haru, bahkan sejumlah warga tampak menangis dan memeluk Presiden sebagai ungkapan rasa syukur.
“Saya datang untuk melihat langkah-langkah yang sudah diambil dan menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores ucapan bela sungkawa atas keluarga yang kehilangan,” ujar Presiden.
Dalam keterangannya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau dan mengambil langkah penanganan bencana. Ia mengajak masyarakat tetap tenang dan waspada menghadapi kondisi pascabencana.
“Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan akan terus membantu,” tegasnya.
Kunjungan Presiden juga memberi perhatian khusus kepada anak-anak. Di tenda pengungsian, Presiden membagikan mainan, menyapa satu per satu, dan berbincang dengan mereka. Senyum yang muncul di wajah anak-anak menghadirkan suasana berbeda di tengah duka.
Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 telah mengubah kehidupan warga, terutama anak-anak yang harus meninggalkan rumah dan sekolah. Presiden menekankan pentingnya pemulihan pendidikan.
“Sudah kita siapkan langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, mungkin di tenda dulu untuk keamanan,” ujarnya.
Sebelum menemui warga, Presiden memimpin rapat untuk mendengarkan laporan perkembangan penanganan pascabencana. Ia menegaskan bahwa pemulihan tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi harus memastikan masyarakat kembali hidup aman, ekonomi berjalan, pelayanan kesehatan tersedia, rumah dibangun kembali, dan anak-anak dapat kembali bersekolah.
Di tengah duka dan ketidakpastian, senyum anak-anak di Nagekeo menjadi pengingat bahwa kehidupan perlahan bergerak kembali, dan harapan untuk bangkit tetap ada. *(Red)*












