Yogyakarta, Amadanews. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keynote speech dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar oleh Majelis Ekonomi dan Bisnis Pengurus Pusat Muhammadiyah di Hyatt Regency, Yogyakarta, Jumat (6/2/2026).
Dalam pidatonya, Airlangga menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perekonomian Indonesia dengan target pertumbuhan sebesar 5,4 persen, lebih tinggi dari capaian 2025 yang tumbuh 5,11 persen (yoy).
Airlangga menyebut Indonesia memiliki risiko resesi yang relatif kecil, hanya sekitar 3 persen, jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara maju. Dari sisi permintaan, konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dengan kontribusi lebih dari separuh PDB, didukung belanja pemerintah dan stimulus yang tepat sasaran. Investasi dan industri pengolahan juga menunjukkan kinerja positif, seiring dengan membaiknya indikator sosial seperti penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan, serta bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja.
Memasuki 2026, pertumbuhan ekonomi akan digerakkan oleh sektor prioritas seperti pariwisata, pertanian, manufaktur, ekonomi digital, dan energi, serta program prioritas Presiden. Dalam jangka pendek, pemerintah menyiapkan langkah penguatan daya beli dan mobilitas masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri, mulai dari bantuan pangan, diskon transportasi dan tol, hingga penguatan pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mendorong Muhammadiyah untuk mengambil peran strategis sebagai agregator KUR dengan mengonsolidasikan potensi usaha di lingkungan persyarikatan, pesantren, amal usaha, dan jaringan kewirausahaan umat. Melalui koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, peran tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan UMKM, mendorong pelaku usaha naik kelas, memperkuat ekonomi umat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Ujarnya. (R).












