Ini Strategi Polri Pengamanan Mudik Lebaran 2026

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., saat memastikan kesiapan Command Center di KM 188 Tol Cikopo–Palimanan pusat pemantauan arus lalu lintas Operasi Ketupat 2026 Rabu (25/2/2026) Foto. dok. Humas Polri/amadanews.com

Jakarta, Amadanews.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan strategi pengamanan dan pelayanan maksimal untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Empat klaster pengamanan disusun guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Klaster tersebut meliputi pengamanan jalur arteri dan tol, tempat ibadah serta kawasan wisata, lokasi penyeberangan, hingga pusat pergerakan pemudik seperti terminal, bandara, dan stasiun.

Selain pengamanan, Korlantas juga menyiagakan 25 pos pelayanan terpadu di titik strategis nasional selama bulan Ramadan. Pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengamanan, tetapi juga menyediakan layanan terpadu bagi pemudik, mulai dari bengkel cepat kendaraan, tenaga kesehatan, tempat ibadah, ruang istirahat, area bermain anak, hingga fasilitas ramah disabilitas.

Lokasi pos tersebut, ditentukan berdasarkan survei titik rawan kepadatan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kemacetan setiap tahun. Jelas, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Pol Prianto, S.I.K.,M.Si, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Sebaran pos pelayanan meliputi tujuh titik di Jawa Barat, tujuh di Jawa Tengah, empat di Jawa Timur, tiga di Daerah Istimewa Yogyakarta, dua di Banten, serta masing-masing satu titik di Lampung dan Palembang. Jawa Barat menjadi perhatian khusus karena kerap menjadi titik lelah pemudik dari Sumatera, terutama pada kepadatan rest area jalur tol saat waktu istirahat maupun berbuka puasa.

Sementara Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., memastikan kesiapan Command Center di KM 188 Tol Cikopo–Palimanan sebagai pusat pemantauan arus lalu lintas menghadapi Operasi Ketupat 2026. Pengecekan dilakukan bersama lintas instansi untuk memastikan sistem pengawasan berjalan optimal. Command center berfungsi sebagai pusat kendali berbasis CCTV yang memantau kondisi lalu lintas secara real time sekaligus mendukung pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas secara cepat dan tepat.

Pengecekan juga mencakup jalur arteri hingga kawasan Cileunyi guna memastikan kesiapan menyeluruh menghadapi lonjakan kendaraan Lebaran. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran, dengan kebijakan work from anywhere diproyeksikan membantu mengurai kepadatan. Pemantauan arus kendaraan akan diperkuat melalui integrasi CCTV di sejumlah command center, dukungan drone, serta sistem e-toll sebagai dasar penerapan rekayasa lalu lintas berbasis data.

Optimalisasi pengawasan ini diharapkan mampu menjamin perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat, ujarnya. (R/A).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *