Tapanuli Selatan, Amadanews. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meresmikan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana yang dipusatkan di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Kamis (05/02/2026).
Hunian sementara tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Saat ini, Huntara sudah ditempati masyarakat sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap) oleh pemerintah.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran serta skema bantuan, baik untuk hunian perorangan maupun perumahan.
“Skema bantuan mencakup perbaikan rumah rusak ringan, sedang, dan berat dengan besaran Rp15 juta, Rp30 juta, hingga Rp60 juta per rumah. Sementara bagi warga yang kehilangan rumah, pemerintah akan membangunkan hunian tetap melalui BNPB untuk perorangan atau Kementerian PKP untuk perumahan,” jelas Mendagri.
Ia menegaskan agar pemerintah daerah melakukan pendataan secara valid agar bantuan tepat sasaran. “Harus jelas siapa yang berhak menerima bantuan, karena ini uang negara,” tambahnya.
Selain meresmikan Huntara, Mendagri juga menyerahkan bantuan dana tunggu hunian (DTH) secara simbolis. Bantuan ini diberikan kepada warga yang tinggal di rumah kontrakan, sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, ditambah uang lauk pauk Rp15 ribu per hari per orang.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan bahwa Pemprov Sumut memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga terdampak bencana. Sejak akhir November 2025, ia telah beberapa kali meninjau lokasi pengungsian dan menjadikan penanganan pascabencana sebagai prioritas.
“Kami menyiapkan dana untuk mendukung program pemerintah pusat, termasuk pembangunan hunian tetap. Jika belum ada lahan, Pemprov akan menyiapkannya dengan anggaran provinsi,” ujar Bobby.
Ia menargetkan seluruh posko pengungsian dikosongkan dan warga dipindahkan ke hunian yang lebih layak selambatnya pada pekan ketiga Februari. “Sebelum puasa atau Idulfitri, tidak ada lagi pengungsi di posko. Kalau perlu, kita sewa hotel per bulan agar warga bisa beribadah puasa dengan kondisi lebih baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Bobby juga mengapresiasi kerja keras para kepala daerah di wilayah terdampak yang memastikan masyarakat mendapatkan bantuan hingga kehidupannya membaik.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan hunian tetap (Huntap) di Kecamatan Angkola Selatan. Turut hadir Kepala BNPB Suharyanto, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, serta sejumlah pejabat dan Pimpinan Oganisasi Perangkat Daerah serta para undangan lainnya. (Y).












