“Pucuk Dicinta, Hendri Yanto Sitorus Pun Tiba”
Penulis: Ucok Maznun
Dinamika politik jelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya menemukan garis takdirnya sendiri. Suhu yang semula naik-turun, kini tak lagi sekadar panas. Ia mulai membara, menghanguskan keraguan dan menyisakan satu arah.
Hendri Yanto Sitorus (HYS), bupati muda Labuhanbatu Utara, tak lagi berputar di pinggir arena. Setelah lama menyiapkan gelanggang, dan membersihkan jalan yang akan dilaluinya, ia resmi melangkah masuk ke pusat pertarungan. Kamis, 29 Januari 2026, HYS mengambil formulir pendaftaran calon Ketua DPD I Golkar Sumut di sekretariat partai. Sebuah langkah sederhana secara administratif, namun brutal secara politik. Formulir itu bukan sekadar kertas. Ia adalah deklarasi perang terbuka.
Dokumen pendaftaran akan dikembalikan esok hari, Jumat, 30 Januari 2026, lengkap dengan syarat utama, yaitu dukungan minimal 30 persen dari total 39 hak suara. Dan dari lingkaran dalam HYS, sinyalnya jelas, dukungan itu tak hanya cukup, tapi berlebih.
“Insya Allah, lebih dari 30 persen,” ujar seorang sumber dekat HYS, singkat, dingin, dan penuh keyakinan, seraya meminta berbicara secara anonim.
Pucuk dicinta, HYS pun tiba. Isyarat itu bahkan sudah ditebarkan sejak siang hari tadi. Lewat unggahan story Facebook, HYS memajang foto-foto dengan caption ringan tapi menggigit, “dapat jatah parkir” di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Kelakar? Mungkin. Metafora politik? Jelas.
“Parkir” di sini bukan soal kendaraan. Ia bicara tentang tempat aman, ruang nyaman, dan dukungan yang sudah dikunci. Catat baik-baik, ya, dukungan itu dipeluk erat, bukan diselipkan di saku celana.
Lalu, apa yang akan terjadi di Musda XI Golkar Sumut pada 31 Januari hingga 2 Februari 2026?
Jika sejarah Golkar masih setia pada polanya sendiri dan politik Sumut jarang berkhianat pada tradisi, maka satu kesimpulan sulit dibantah, Hendri Yanto Sitorus sedang berjalan menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sumut.
Pucuk dicinta, HYS pun tiba.












