Jakarta,AmadaNews. Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Seluruh Indonesia Tahun 2026, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, (15/01/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda resmi Presiden Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk berdiskusi serta menyampaikan pandangan strategis kepada para pemangku kepentingan pendidikan.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo berdiskusi dengan sekitar 1.200 undangan yang terdiri atas rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian komunikasi intensif Presiden dengan berbagai elemen bangsa, khususnya sektor pendidikan.
Menteri Prasetyo, menegaskan bahwa fokus Presiden Prabowo dalam sepekan terakhir diarahkan pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, seiring dengan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi. Sedangkan terkait substansi pembahasan, Prasetyo menyampaikan bahwa diskusi mencakup berbagai isu strategis pendidikan tinggi.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi, baik dari sisi sumber daya dosen, sarana dan prasarana, maupun keberlanjutan pembiayaan operasional. Pemerintah berupaya agar perguruan tinggi di Indonesia dapat terus maju dan berkualitas tanpa memberikan beban pembiayaan yang berat bagi masyarakat dan mahasiswa.
Prasetyo juga mengatakan, sebelumnya anggaran riset perguruan tinggi hanya berada di angka Rp8 triliun, angka tersebut setara dengan 0,34 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Oleh karena itu, dalam forum tadi Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun.,” ujar Prasetyo,
Taklimat ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menempatkan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia sebagai pilar utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Red).












