Jawa Barat, Amadanews.com – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Keamanan Siber dan Sandi Tahun 2026 di Auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/2/2026).
Dengan tema “Akselerasi Implementasi Strategi Keamanan Siber Nasional yang Kolaboratif dan Sinergis dalam Pelindungan Infrastruktur Informasi Vital bagi Kedaulatan Ruang Siber Indonesia”, Rakornas ini menjadi momentum penting di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital global.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menegaskan, keamanan siber kini bukan sekadar isu teknis, melainkan bagian dari kompetisi geopolitik global yang menuntut koordinasi lintas sektor serta kesiapsiagaan berlapis dari tingkat organisasi hingga nasional.
Sebagai pembicara utama, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan bahwa keamanan siber merupakan bagian integral dari keamanan nasional.
“Kami siap berkolaborasi dengan BSSN dalam mengamankan infrastruktur kritikal yang menjadi tulang punggung keamanan nasional,” ujarnya.
AHY juga berharap BSSN dapat berperan sebagai orkestrator keamanan siber nasional dengan memperkuat koordinasi lintas sektoral dan mengintegrasikan keamanan siber ke dalam rencana pembangunan nasional.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menambahkan, strategi pertahanan proaktif melalui inovasi, audit ketat, regulasi adaptif, serta pemenuhan SDM yang mumpuni menjadi fondasi ketahanan infrastruktur informasi vital.
Rangkaian kegiatan Rakornas meliputi penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dengan BSSN, penyerahan Surat Tanda Registrasi (STR) Tim Tanggap Insiden Siber kepada pembina sektor pangan, ESDM, TIK, dan transportasi, serta diskusi panel bersama para Deputi BSSN yang dipandu Jubir BSSN Dr. Arif Rahman Hakim.
Rakornas turut dihadiri Wakil Kepala BSSN Komjen Pol. A. Rachmad Wibowo, pejabat tinggi, serta perwakilan kementerian/lembaga. (R/A/Tim).












