Medan, Amadanews.com – Program Mudik Gratis Pemerintah Kota Medan menuai sorotan setelah salah satu armada mobil tujuan Sibolga mengalami kerusakan parah di tengah perjalanan, Selasa malam (17/03/2026).
Menurut keterangan seorang penumpang, Ardi, mobil yang mereka tumpangi hampir mengalami kecelakaan fatal akibat kerusakan mendadak.
“Mobilnya rusak, ban belakang sebelah mau lepas, dan bautnya sudah tidak ada,” ujarnya.
Ardi menuturkan, sejak pukul 18.00 WIB sudah terlihat tanda-tanda mobil bermasalah. Namun, sopir tetap memaksakan perjalanan bersama rombongan lain agar sama tiba di Sibolga.
Naas, sekitar pukul 21.00 WIB, mobil tersebut mengalami kerusakan di tengah hutan tak berpenghuni antara Siantar menuju Parapat, tepatnya di sekitar Tugu Selamat Datang.
“Kami berjam-jam menunggu solusi dari sopir maupun pemilik travel. Penumpang anak-anak sudah kedinginan, apa lagi kondisi bulan puasa, tak tega menyaksikan ini, saya pun menghubungi Pak Jamil untuk bisa membantu,” kisah Ardi.
Saat dikonfirmasi awak media sekitar pukul 23.50 WIB, Ardi mengaku sedang berada dalam mobil lain yang membantu, dan sedang dalam perjalanan menuju Sibolga.
“Iya beberapa jam kemudian kami menunggu datanglah mobil lain dari Siantar membantu dan membawa kami ke Sibolga”. Katanya.
Mendengar keluhan warga pemudik asal Sibolga tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori bereaksi keras dan menyayangkan kejadian ini. Ia menilai armada yang tidak layak jalan seharusnya tidak dioperasikan dalam program mudik gratis.
“iya saya dapat laporan, taxi rusak ke Sibolga sekitar pukul 22.13 WIB, pemudik terlantar di dekat Tugu Selamat Datang, anak-anak kedinginan. Kok mobil yang rusak beroperasi sih,” cetus Jamil.
Jamil yang dikenal kritis, peduli dan gercep pada setiap laporan warga ini menegaskan agar Pemko Medan segera mengevaluasi program mudik gratis, memastikan seluruh armada layak jalan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Pintanya.












