Mendagri Salurkan Tali Asih dan Siapkan Rencana Prioritas Penanganan Korban Gempa NTT

Amadanews.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyalurkan tali asih kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Santunan sebesar Rp15 juta per jiwa diberikan langsung oleh Mendagri bersama Kepala Basarnas Mohammad Syafii dan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Senin (17/8/2026). Selain itu, Kementerian Sosial juga menyalurkan santunan dengan nominal yang sama untuk korban meninggal dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri turut menyerahkan dua unit genset, 10 unit velbed, serta bantuan dana sebesar Rp200 juta untuk dua desa terdampak. “Kita apresiasi warga yang mendirikan posko. Pemerintah menambah dukungan berupa genset dan velbed agar operasional lebih kuat,” ujarnya.

Mendagri menegaskan pemerintah pusat terus bergerak dalam masa tanggap darurat. Posko Basarnas berdiri berdampingan dengan tenda warga, sementara pendataan kebutuhan dilakukan untuk mempercepat penyaluran bantuan. “Ini harus kerja sama kita, pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Usai menyerahkan bantuan, Mendagri menegaskan pemerintah telah mengantongi rencana prioritas penanganan korban gempa. Fokus utama adalah pemulihan jaringan listrik dan penyaluran logistik.

“Jadi prioritas listrik, kemudian makanan. Makanan logistik mereka sangat minta sekali,” kata Mendagri.

Ia menjelaskan, pembangkit listrik dan gardu induk tidak mengalami kerusakan, namun banyak tiang jaringan roboh akibat guncangan. Pemulihan listrik diharapkan dapat mendukung jaringan telekomunikasi agar warga kembali berkomunikasi dengan keluarga di luar daerah.

Selain itu, Mendagri memastikan akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengirim tenaga medis, obat-obatan, dan relawan guna memperkuat posko warga dan Basarnas. Dukungan juga datang dari TNI Angkatan Laut yang akan menerjunkan Rumah Sakit Terapung KRI dr. Soeharso ke perairan Manggarai Timur.

Mendagri menekankan pentingnya pendataan dan verifikasi kerusakan rumah warga agar bantuan pemerintah tepat sasaran. “Rumah yang rusak nanti harus didatakan ringan, sedang, berat. Ada kriterianya untuk gempa nanti itu ada bantuan dari BNPB,” jelasnya.

Pendataan dilakukan bersama pemerintah daerah dan akan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk rumah yang masih memungkinkan dibangun kembali, pemerintah akan menerapkan pendekatan on-site (in situ).

Kunjungan Mendagri ke lokasi bencana merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar sejumlah menteri turun langsung ke daerah terdampak. Semula Mendagri dijadwalkan menghadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, namun ia memutuskan hadir di Manggarai Timur.

“Bapak Presiden menugaskan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga untuk turun langsung ke NTT, Flores khususnya, untuk membantu daerah. Pemerintah pusat harus hadir,” ungkapnya.

Mendagri juga menyampaikan bahwa pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak telah mencapai 88 persen berdasarkan laporan Direktur Utama PLN.

“Tidak ada pembangkit listrik yang rusak. Beberapa gardu yang rusak sudah diperbaiki, on,” tandasnya.*(Red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *