Amadanews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan anggaran lebih dari Rp49,5 miliar untuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut melalui Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) sepanjang 2026. Program ini telah memberi manfaat kepada 104.426 siswa di 293 SMA/SMK/SLB Negeri yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Terang Dewi Susanti Ujung, menyampaikan bahwa PUBG merupakan salah satu program prioritas PHTC yang digagas Gubernur Sumut untuk memberikan akses pendidikan lebih terjangkau. “Progres pelaksanaan program PHTC bapak Gubernur Sumut yakni PUBG di tahun 2026 sudah menyalurkan anggaran sebesar Rp49,533 miliar ke 10 kabupaten/kota. Jumlah penerima manfaat sebanyak 293 sekolah dan 104.426 siswa,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (16/9/2026).
Program PUBG membebaskan biaya SPP siswa berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan. SK Penetapan Gubernur kemudian dikeluarkan sebagai tindak lanjut, dengan penerima manfaat meliputi lima daerah di Kepulauan Nias dan lima daerah terdampak bencana. Program ini akan berjalan efektif mulai Oktober 2026.
Selain penyaluran dana, Disdik Sumut melakukan pendampingan berkelanjutan dalam penyusunan rencana kegiatan sekolah, mulai dari penginputan, pencairan hingga pengawasan. Program PUBG ditargetkan berlanjut hingga 2029 dengan cakupan penerima manfaat diperluas secara bertahap ke wilayah Pantai Barat, Pantai Timur, hingga Dataran Tinggi.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Sumut, M. Basir S. Hasibuan, menambahkan masyarakat penerima manfaat, khususnya di Kepulauan Nias, memberikan respons positif. “Mereka sangat senang karena siswa tidak lagi dibebankan biaya tambahan, tugas mereka murni belajar dan meningkatkan kompetensi,” katanya.
Selain PUBG, Pemprov Sumut juga mempercepat penyelesaian sejumlah Program Strategis Daerah (PSD) di bidang pendidikan. Rehabilitasi 187 ruang kelas dengan anggaran Rp31,39 miliar ditargetkan rampung September 2026, sementara pembangunan SMA Unggulan Sukma Nias dengan anggaran Rp88,44 miliar ditargetkan selesai Desember 2026. Progres fisik pembangunan sekolah tersebut telah mencapai 61 persen.
Disdik Sumut juga mempercepat pembangunan 120 ruang kelas baru dengan anggaran Rp41,49 miliar, serta memastikan fasilitas listrik dan layanan internet di seluruh SMA/SMK/SLB Negeri sudah terpenuhi 100 persen. Listrik dipasang di tujuh satuan pendidikan dengan anggaran Rp4,41 miliar, sedangkan layanan internet satelit (Starlink) tersedia di 163 sekolah dengan anggaran Rp3,26 miliar.
“Dengan ini, pada tahun 2026 fasilitas listrik dan layanan internet di seluruh sekolah di Sumatera Utara sudah terpenuhi 100 persen,” tegas Terang.*(y)*












