Konflik Internal Kadin Pidie Memanas, Eks Pengurus Klaim Dihapus dari SK karena Kritik

Ibrahim eks Pengurus Kadin Pidie, Aceh, Selasa. (20/01/2026).

PIDIE, AmadaNews.  Konflik internal Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pidie, Aceh semakin memanas. Perseteruan ini mencuat setelah Ketua Kadin Pidie, Muhammad Junaidi, menyatakan tidak mengenal seorang pengkritik bernama Ibrahim.

Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak yang mengaku sebagai eks pengurus Kadin Pidie. Ibrahim menegaskan bahwa dirinya justru pernah menyampaikan peringatan kepada ketua dengan kalimat “jangan sembunyi di belakang ilalang” sebagai bentuk protes atas dugaan ketidaktransparanan dalam kepengurusan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Selasa, (20/01/2026), Ibrahim menyebut dirinya selama tiga tahun terakhir kerap menghadiri berbagai acara menggunakan almamater Kadin atas permintaan maupun sepengetahuan ketua. Ia bahkan mengklaim memiliki bukti percakapan yang menunjukkan dirinya pernah diminta mewakili Kadin.

Menurut Ibrahim, hubungan dengan ketua mulai memburuk setelah ia melontarkan kritik terhadap sejumlah kebijakan organisasi. “Karena saya mengkritik ketua yang tidak transparan, lalu dibuat SK baru dan nama saya tidak ada lagi di jajaran pengurus. Itulah faktanya,” ujarnya.

Klaim ini, bila terbukti, dapat mengubah narasi konflik dari sekadar salah pengenal menjadi persoalan substantif terkait pemberhentian pengurus akibat kritik internal.

Sebelumnya, Ketua Kadin Pidie menegaskan bahwa nama Ibrahim tidak tercatat dalam arsip kepengurusan resmi dan menduga adanya pihak yang tidak bertanggung jawab di balik polemik tersebut.

Publik kini menanti klarifikasi lebih lanjut dari Ketua Kadin Pidie, khususnya mengenai dugaan permintaan kepada Ibrahim untuk mewakili Kadin dalam berbagai kegiatan, serta alasan penghapusan namanya dari SK kepengurusan terbaru.

Hingga saat ini, kedua belah pihak belum menunjukkan tanda-tanda akan berdialog secara langsung. Jika tidak segera diselesaikan secara kekeluargaan dan transparan, konflik ini berpotensi mengganggu konsolidasi serta program kerja Kadin Pidie. (Red/LA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *