Semen Langka di Gunungsitoli, Warga Keluhkan Kelangkaan dan Lonjakan Harga

Ilustrasi

Amadanews.com – Kelangkaan semen mulai dikeluhkan masyarakat dan pelaku usaha konstruksi di Kota Gunungsitoli. Dalam beberapa pekan terakhir, pasokan semen di sejumlah toko bangunan dilaporkan menipis bahkan kosong, sehingga berdampak pada terhambatnya pembangunan rumah warga maupun berbagai proyek konstruksi lainnya.

Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang sedang membangun rumah dan membutuhkan pasokan semen secara berkelanjutan. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan material bangunan tersebut di pasaran.

Salah seorang warga berinisial AH mengaku telah berkeliling ke sejumlah toko bangunan selama empat hari berturut-turut untuk mencari semen. Namun, berbagai merek yang biasa tersedia di pasaran seperti Semen Padang, Semen Merah Putih, Semen Merdeka, hingga Semen Tiga Roda tidak ditemukan.

“Sudah empat hari saya mencari di sejumlah toko bangunan, tetapi semua merek semen yang biasa ada ternyata kosong. Pihak toko juga mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan ini,” ujar AH kepada Amadanews.com.

Selain sulit diperoleh, AH juga mengaku menerima informasi bahwa harga semen mulai mengalami kenaikan di tingkat pasar. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin membebani masyarakat yang sedang membangun rumah maupun pelaku usaha konstruksi.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui instansi terkait segera turun tangan untuk menelusuri penyebab kelangkaan serta mengawasi distribusi dan harga semen di pasaran.

“Kami berharap pemerintah melakukan intervensi agar harga tetap terkendali dan distributor maupun toko bangunan tidak menaikkan harga sesuka hati di tengah kelangkaan seperti sekarang,” tegasnya.

Kelangkaan semen ini dinilai berpotensi menghambat aktivitas pembangunan yang tengah berlangsung di Kota Gunungsitoli. Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pengecekan terhadap rantai distribusi, ketersediaan stok, serta memastikan pasokan semen kembali normal sehingga kebutuhan pembangunan masyarakat dapat terpenuhi. *(r/a)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *