
Amadanews.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Grebeg Ageng Saparan Andum Apem Yaa Qowiyyu Kiai Ageng Gribig di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). Ribuan warga masyarakat Klaten dan sekitarnya turut memadati acara budaya dan keagamaan yang telah berlangsung lintas generasi selama ratusan tahun.
Airlangga menyampaikan rasa syukur dapat kembali berkumpul bersama keluarga besar, putra-putra, serta para sahabat dalam momentum yang sarat makna tersebut. Ia menegaskan, tradisi Andum Apem bukan sekadar perayaan sosial budaya, melainkan pengingat nilai luhur yang diwariskan Kiai Ageng Gribig dalam membangun masyarakat, menebar kebajikan, serta mempererat kohesi kebangsaan.
Sebagai salah satu keturunan Kiai Ageng Gribig, Airlangga menilai momen ini memiliki makna mendalam. Warisan beliau mengajarkan bahwa kebajikan harus disyiarkan melalui keteladanan, kelembutan, kebersamaan, dan semangat berbagi.
“Tradisi Andum Apem Yaa Qowiyyu menjadi simbol doa, persaudaraan, dan harapan akan keberkahan yang terus hidup hingga hari ini,” ujarnya.
Tema tahun ini, “Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti”, mengingatkan masyarakat bahwa setinggi apa pun ilmu, jabatan, maupun pencapaian, semuanya harus berpijak pada kerendahan hati, tawakal, dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT.
Airlangga juga menekankan bahwa Grebeg Saparan memiliki dampak nyata terhadap perekonomian lokal. Kehadiran puluhan ribu masyarakat menggerakkan aktivitas UMKM, pedagang, perajin, hingga sektor pariwisata.
“Ketika warisan budaya terus dijaga, manfaatnya bukan hanya memperkuat identitas bangsa, tetapi juga menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, dan menghidupkan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Ia berharap nilai-nilai yang diwariskan Kiai Ageng Gribig dapat terus menjadi inspirasi untuk memperkuat keguyuban warga bangsa, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mendorong kemaslahatan dan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat secara berkeadilan. *(r/a)*












