
Gunungsitoli, Amadanews.com – Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, S.STP, M.Si, CGAE, mewakili Wali Kota Gunungsitoli menghadiri sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana. Acara ini digelar di pelataran UPTD SMP Negeri 3 Gunungsitoli, Selasa (14/04/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Gunungsitoli Ke-348 dan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026.
Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa Gunungsitoli merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan, sangat penting agar masyarakat memiliki kemampuan menghadapi potensi bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga cuaca ekstrem.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun budaya sadar dan siaga bencana sejak dini, khususnya di kalangan pelajar. Anak-anak harus dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu melindungi diri ketika terjadi bencana,” ujar Sekda.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi tenaga pendidik dalam mendukung kepala sekolah serta pemanfaatan dana BOS secara optimal untuk menunjang mutu pendidikan.
Sekda mengajak seluruh peserta mengikuti sosialisasi dan simulasi dengan serius agar memahami langkah penyelamatan diri secara tepat. Ia juga mengundang masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Gunungsitoli Ke-348 yang akan berlangsung pada 21–25 April 2026 di Alun-Alun Kota Gunungsitoli.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Gunungsitoli, Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman melalui simulasi bencana agar masyarakat, khususnya pelajar, mengetahui langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.
“Kami mengajak siswa-siswi untuk aktif mengikuti simulasi menghadapi potensi bencana seperti megathrust, cuaca ekstrem, hingga kekeringan berkepanjangan,” ujarnya.
Acara turut dihadiri Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Gunungsitoli beserta jajaran, guru, tenaga kependidikan, staf BPBD, serta para peserta didik. *(EF)*












