Mangga Berujung Maut, Keluarga Ngamuk Serbu Rumah Pemilik pohon

Ilustrasi Pohon Mangga

Amadanews.com – Polisi menggelar prarekonstruksi kasus meninggalnya seorang pemuda berinisial Ri di Jalan KS Tubun Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (9/5/2026). Prarekonstruksi dilakukan untuk memperjelas rangkaian kejadian saat korban diduga mengambil mangga di rumah warga.

Dalam reka adegan, saksi berinisial M yang saat itu bersama Ri mengaku awalnya mereka bermain domino di kawasan Berbas Pantai. Ri kemudian mengajaknya keluar dengan alasan membeli rokok. Namun setibanya di Gang Bersama 7 sekitar pukul 03.00 WITA, Ri justru mengajak M mengambil mangga.

M menjelaskan dirinya berada di bawah pohon, sementara Ri memanjat untuk mengambil buah. Aksi tersebut diketahui pemilik rumah sehingga Ri melompat dari pohon dan terjatuh dengan kepala membentur pinggir parit. “Almarhum melompat lalu terjatuh, kepala terbentur pinggir parit. Dia sempat berdiri sedikit lalu jatuh lagi,” ungkap M.

M mengaku panik dan melarikan diri setelah melihat pemilik rumah keluar ke teras. Sementara itu, warga yang mendengar teriakan “maling” sempat mengejar M sebelum akhirnya menemukan Ri dalam kondisi tergeletak dengan napas berat. Petugas siskamling bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api Brigpol Edo Olo V Limbong kemudian mengevakuasi korban ke teras rumah sambil menunggu ambulans. Saat maskernya dibuka, mulut korban sudah mengeluarkan darah.

Kasus ini sempat menimbulkan keributan pada Jumat (8/5/2026). Puluhan orang yang mengaku keluarga korban mendatangi rumah pemilik pohon mangga. Situasi memanas hingga terjadi aksi pemotongan pohon mangga secara paksa dan dugaan pemukulan.

Kanit Pidum Polres Bontang Markus Sihotang membenarkan pihaknya menangani laporan pengerusakan dan pemukulan yang terjadi saat keributan berlangsung. “Saat ini laporan pengerusakan yang dilayangkan pemilik rumah dan warga sekitar juga sedang kami proses,” ujarnya.

Polisi telah mengamankan rekaman CCTV milik warga serta menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi dari kedua belah pihak. Markus menjelaskan keributan dipicu rasa tidak terima keluarga atas meninggalnya Ri yang sebelumnya sempat menjalani perawatan setelah terjatuh.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan melanggar hukum dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum. (Red/Posmetro Medan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *