Aceh, Amadanews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melaksanakan Salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima, Aceh Barat, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan di sela kunjungan kerja meninjau hunian sementara bagi warga terdampak bencana.
Dalam sambutannya usai Salat Jumat, Mensos Gus Ipul menyampaikan bahwa musibah merupakan ujian yang harus disikapi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta memperkuat kesabaran dalam menghadapi cobaan.
“Setiap musibah harus kita sikapi sebagai orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Orang yang bertakwa itu pertama-tama harus bisa berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari, kemudian memiliki sikap qana’ah dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai ujian,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan, hari Jumat merupakan hari yang mulia dan penuh keberkahan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Selain memberikan tausiah, pemerintah juga menegaskan komitmen mempercepat masa pemulihan dengan menghadirkan hunian sementara serta dukungan sosial lainnya agar masyarakat terdampak segera bangkit. Bantuan tersebut ditargetkan dapat diterima masyarakat sebelum Lebaran.
Menurut Tito, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Rinciannya meliputi bantuan stimulan sosial ekonomi (BSSE) bagi 18.839 kepala keluarga (KK) sebesar Rp 94.195.000.000, bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 66.629 jiwa sebesar Rp 89.949.150.000, serta bantuan isi hunian sementara (huntara) bagi 18.839 KK sebesar Rp 56.517.000.000.
Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus membantu masyarakat terdampak untuk segera bangkit dan memulihkan kehidupan ekonominya, pungkasnya. (R).












