Amadanews.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Pertanian Amran Sulaeman melaksanakan penanaman padi dalam rangka mendukung Program Strategis Nasional (PSN) di Wanam, Merauke, Papua Selatan, Minggu ( 5/7/2026). Kegiatan ini menandai langkah pemerintah mempercepat pengembangan sektor pertanian di kawasan timur Indonesia sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan diposisikan sebagai bagian penting dari kekuatan nasional.
Dalam keterangan resmi Kementerian Pertahanan, kegiatan penanaman padi di Wanam disebut sebagai upaya nyata mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Pemerintah menilai ketersediaan pangan yang memadai bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional.
Kehadiran Menhan bersama Menteri Pertanian menunjukkan bahwa program pangan di Merauke tidak semata dibaca sebagai agenda sektoral pertanian. Pemerintah mendorong sinergi lintas kementerian untuk mempercepat program strategis yang dampaknya diharapkan menjangkau kepentingan nasional yang lebih luas.
Dalam pandangan Kemhan, ketahanan pangan memiliki posisi strategis sebagai salah satu fondasi pertahanan negara. Karena itu, dukungan terhadap penanaman padi di Wanam dipandang sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian nasional di tengah tantangan pasokan pangan dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
Wanam, Merauke, selama ini kerap diposisikan sebagai salah satu wilayah penting dalam pengembangan pangan skala besar karena memiliki hamparan lahan yang luas. Dengan masuknya program ini ke dalam kerangka PSN, pemerintah mengisyaratkan bahwa percepatan pembangunan pertanian di Papua Selatan akan terus menjadi perhatian dalam strategi nasional.
Kemhan menyatakan komitmen mendukung percepatan program ketahanan pangan bersama seluruh unsur terkait. Sinergi lintas sektor itu diharapkan memperkuat kemandirian pangan Indonesia sekaligus memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Langkah ini juga memperlihatkan bahwa agenda pertahanan kini tidak hanya dibaca dalam konteks militer, tetapi juga pada kemampuan negara menjamin kebutuhan dasar rakyat. Dalam kerangka itu, keberhasilan program pangan di Wanam akan menjadi salah satu ukuran penting dari efektivitas kolaborasi pemerintah pusat dalam menjalankan program strategis nasional.
Sementara itu, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pangan di wilayahnya. Ia menyebut, dari 84 ribu hektar lahan cetak sawah di seluruh Papua, 48 ribu hektar di antaranya berada di Kabupaten Merauke.
“Lebih dari 50 persen cetak sawah dilakukan di wilayah Papua Selatan,” kata Apolo.
Selain itu, untuk optimalisasi lahan (oplah) yang dilakukan sejak 2024 hingga 2026, tercatat seluas 54 ribu hektar di seluruh Papua, dengan 53 ribu hektar atau hampir 99 persen di antaranya berada di Kabupaten Merauke.
Apolo berharap perhatian pemerintah pusat terhadap Papua Selatan, khususnya Merauke, dapat memberikan manfaat optimal bagi kebutuhan ekonomi dan produksi pangan.
Ia menambahkan, hasil produksi di Merauke diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu mengekspor beras ke wilayah Papua lainnya dan ke seluruh Indonesia di masa mendatang.
“Pemerintah daerah bersama masyarakat Papua Selatan siap mendukung seluruh program pemerintah dan PSN demi stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan sesuai cita-cita Presiden Prabowo Subianto,” ujar Apolo. *(A)*












