Pemerintah Dorong Telkom Wajib Pangkas Anak Usaha Jadi 19

Ilustrasi

Amadanews.com — Langkah efisiensi ekstrem kini membayangi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), salah satu raksasa telekomunikasi pelat merah Indonesia. Pemerintah melalui Badan Pengelola BUMN secara agresif mendorong penataan ulang struktural demi menciptakan ekosistem bisnis yang lebih lincah dan tidak obesitas. Agenda restrukturisasi skala besar ini menjadi perhatian utama para investor, khususnya generasi muda, karena berpotensi mengubah lanskap bisnis dan profitabilitas jangka panjang perseroan.

Berdasarkan laporan Reuters dan Bloomberg, Telkom Indonesia diinstruksikan memangkas jumlah anak usaha dari 67 entitas menjadi hanya 19 perusahaan pada akhir 2026. Target ini jauh lebih ketat dibandingkan rencana sebelumnya yang hanya menyusutkan hingga 22 entitas. Percepatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah agar proses integrasi dan konsolidasi berjalan tanpa penundaan, sekaligus mengoptimalkan belanja modal perusahaan.

Aksi perampingan Telkom merupakan bagian dari strategi makro yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Danantara untuk merombak total portofolio BUMN. Pemerintah menargetkan penciutan jumlah entitas BUMN secara masif, dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi hanya 200–300 entitas. Langkah ini diambil untuk mengatasi birokrasi gemuk, menghapus tumpang tindih fungsi bisnis, serta menghentikan kebocoran anggaran pada anak atau cucu usaha yang tidak produktif.

Bagi investor, pemangkasan anak usaha TLKM hingga tersisa 19 entitas dipandang sebagai strategi corporate turnaround. Banyak anak usaha selama ini tidak memberikan kontribusi laba signifikan dan justru menjadi beban operasional. Dengan konsolidasi, Telkom diharapkan lebih fokus pada lini bisnis digital berpotensi tinggi, seperti pusat data, layanan komputasi awan, serta pengembangan jaringan 5G dan serat optik.

Restrukturisasi ini diyakini akan membuat laporan keuangan Telkom lebih bersih, transparan, dan menarik bagi manajer investasi global maupun lokal. (Sumber: Potensi Bisnis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *