Jakarta, Amadanews.com – Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman meski situasi di Timur Tengah memanas dan berimbas pada penutupan Selat Hormuz.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menambah pasokan dari kawasan lain seperti Afrika, Australia, dan Amerika Serikat sehingga kebutuhan kilang dalam negeri tetap terjaga.
Untuk BBM, Indonesia tidak melakukan impor dari Timur Tengah. Impor bensin RON 90, RON 92, RON 95, dan RON 98 dilakukan dari kawasan Asia Tenggara sehingga tidak terdampak penutupan Selat Hormuz. Sementara itu, BBM jenis solar sudah sepenuhnya diproduksi oleh kilang dalam negeri.
“Kita sudah mengalihkan sumber pasokan ke Amerika atau negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz. Sedangkan impor bensin kita berasal dari Asia Tenggara, tidak ada dari Timur Tengah,” kata Bahlil di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Cadangan BBM nasional saat ini tercatat aman untuk 23 hari kebutuhan. Pemerintah memastikan stok selalu dijaga di atas 21 hari dan terus ditambah tanpa menunggu hingga batas minimum. Dengan demikian, isu bahwa stok BBM akan habis dalam 20 hari ditegaskan tidak benar.
Bahlil menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir menjelang Idul Fitri. “Kami sudah mengantisipasi stok BBM dan LPG aman untuk Hari Raya. Tidak perlu ada keraguan sekalipun terjadi dinamika global,” ujarnya.
Ia juga memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik meski harga minyak dunia berfluktuasi. “Saya pastikan sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan,” tegasnya.
Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar cadangan BBM ditingkatkan menjadi setara tiga bulan kebutuhan. Pembangunan fasilitas penyimpanan tengah dipersiapkan, salah satunya di wilayah Sumatera.
“Bapak Presiden memerintahkan agar segera dibangun storage sehingga cadangan BBM bisa mencapai tiga bulan. Salah satu alternatif terbaiknya di Sumatera,” tutup Bahlil. Sumber: Bakom RI












