Rawan Bencana, Pemkab Nias Selatan Susun Kajian Risiko Bencana Dasar Perda Penanggulangan Bencana

Amadanews.com – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menggelar Workshop Sosialisasi dan Internalisasi Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) di Aula Kantor Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Nias Selatan, Teluk Dalam, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan dokumen Kajian Risiko Bencana yang akan menjadi salah satu dokumen utama penanggulangan bencana di daerah. Selain itu, dokumen tersebut juga direncanakan menjadi dasar penyusunan Peraturan Daerah terkait penanggulangan bencana pada tahun ini.

Workshop dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Selatan, Erlina Harefa, S.Kom., M.I.P., yang hadir mewakili Bupati Nias Selatan. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Bajatulo Laia, S.Pd., M.A., serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Selatan, Revival Nache, S.Hut., M.M.

Dalam sambutannya, Erlina Harefa menyampaikan bahwa Kabupaten Nias Selatan merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan, keberadaan tebing yang labil, serta potensi cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko terjadinya bencana alam.

Menurutnya, keberadaan Dokumen Kajian Risiko Bencana sangat penting sebagai landasan dalam perencanaan, pencegahan, mitigasi, hingga penanganan bencana secara terarah dan terukur.

“Penanggulangan bencana di daerah membutuhkan dasar yang kuat dalam pelaksanaannya, salah satu dasar tersebut adalah tersedianya dokumen kajian risiko bencana,” ujar Erlina.

Ia berharap seluruh peserta workshop dapat memberikan masukan, saran, dan pendapat secara komprehensif guna menghasilkan dokumen KRB yang berkualitas serta dapat segera ditindaklanjuti dalam proses pembentukan Peraturan Daerah pada tahun 2026.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Nias Selatan, Revival Nache, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali berbagai informasi dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan terkait kondisi kerawanan bencana di wilayah Nias Selatan.

Menurutnya, dokumen KRB yang disusun nantinya akan menjadi acuan utama dalam penyusunan kebijakan mitigasi, pengurangan risiko bencana, serta penanganan keadaan darurat di Kabupaten Nias Selatan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau perwakilan, staf BPBD Kabupaten Nias Selatan, serta sejumlah lembaga non-pemerintah yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan, di antaranya Lembaga Obor Berkat (LOB) Ministries, Wahana Visi Indonesia (WVI), dan Obor Indonesia (OBI).* (al)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *