Sibolga, Amadanews.com – Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga bergerak cepat menangani kasus keracunan makanan massal yang menimpa puluhan warga setelah mengonsumsi mi tek-tek di Jalan SM Raja. Hingga Jumat (6/3/2026), tercatat 41 orang menjadi korban, terdiri dari 22 pasien rawat inap dan 19 pasien rawat jalan.
Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M., mewakili Wali Kota Sibolga, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima dari RS Metta Medika II pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 10.00 WIB. Para korban mengalami gejala mual, muntah, diare, dan lemas setelah menyantap mi tek-tek dari sebuah warung di Jalan SM Raja.
“Atas arahan Bapak Wali Kota, Tim Reaksi Cepat langsung diterjunkan untuk mengidentifikasi korban di berbagai rumah sakit, termasuk RSUD FL. Tobing dan RSUD Pandan,” ujar Sekda.
Dari total korban, sebagian merupakan warga Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebanyak 22 di antaranya adalah anak balita, sementara korban tertua berusia 55 tahun.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, S.K.M., M.Si., menambahkan bahwa sampel makanan, muntahan korban, dan air bersih telah dikirim ke laboratorium di Medan.
Pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada kandungan bahan kimia berbahaya seperti boraks. Dugaan sementara mengarah pada masalah higienitas dalam proses pengolahan mi.
Sebagai langkah pencegahan, Pemko Sibolga menutup sementara warung mi tek-tek tersebut dan menarik sisa bahan produksi. Pemerintah juga menanggung seluruh biaya perawatan korban, baik di rumah sakit swasta maupun bagi pasien tanpa BPJS.
“Kami mengimbau masyarakat yang masih merasakan gejala segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegas Sri Wahyuni.
Sekda Herman Suwito menutup konferensi pers dengan peringatan kepada pelaku usaha kuliner agar mengutamakan kebersihan dan sanitasi.
“Kejadian ini harus menjadi pelajaran. Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi abaikan standar kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Polres Sibolga melalui Satreskrim telah melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian, mengambil keterangan sejumlah pihak, serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait pengiriman sampel ke laboratorium. Polisi juga mengimbau para korban untuk melapor ke Polres Sibolga. (A/T/Tim).












