
Gunungsitoli, Amadanews.com – Rangkaian acara Halalbihalal, pelepasan jamaah haji, dan Tabligh Akbar yang digelar Musala Madrasah Islamiyah (MMI) pada Sabtu (18/4/2026) malam di Gedung A’LUCK Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara berlangsung sukses, khidmat, dan penuh persaudaraan.
Momentum kebersamaan ini dihadiri jajaran pimpinan daerah, antara lain Wali Kota Gunungsitoli, Sowa`a Laoli, S.E., M.Si; Kapolres Nias, AKBP Agung S.D.C., S.Psi., M.Psi., Psi., M.K.P., Dandim 0213/Nias, Letkol Inf Sampe T. Butarbutar; Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Ridwan Saleh Zega, S.AP; Ketua MUI Kota Gunungsitoli H. Abdul Hadi, S.H; Ketua BKMMI Bapak Idrus Rusdi; Ketua PC NU Kota Gunungsitoli, Ustadz Ahmad Asy’ari Polem, A.Md; Ketua PD Muhammadiyah Kota Gunungsitoli, Ahmad Irfan Zebua, S.Kom., M.Pd; Perwakilan instansi dan lembaga daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta mahasiswa semakin menegaskan pesan utama: perbedaan adalah keniscayaan, namun persatuan umat tetap menjadi prioritas di Kota Gunungsitoli.
Dalam sambutannya, Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan pesan yang kuat dan menggugah, bahwa membangun daerah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi memerlukan kekuatan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa solidaritas sosial adalah fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk musibah yang tengah dialami sebagian warga.
“Tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan musibah terjadi. Namun ketika itu datang, yang paling penting adalah bagaimana kita hadir untuk satu sama lain,” ungkapnya dengan penuh empati.
Wali Kota juga menyoroti dampak besar yang dirasakan para korban kebakaran, mulai dari hilangnya tempat tinggal hingga sumber penghidupan. Dalam suasana penuh keprihatinan, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak tinggal diam, melainkan turut mengambil bagian dalam meringankan beban sesama.
“Kita mungkin tidak bisa menghapus luka mereka sepenuhnya, tetapi kepedulian kita hari ini bisa menjadi harapan baru bagi mereka untuk bangkit,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran pemerintah, meskipun dengan keterbatasan anggaran, merupakan bentuk komitmen untuk selalu bersama masyarakat dalam kondisi apa pun. Wali Kota meyakini bahwa dari kepedulian dan kebersamaan yang terbangun, akan lahir kekuatan besar yang mampu membawa Kota Gunungsitoli melewati berbagai ujian.
Selain itu, Wali Kota mengajak seluruh hadirin untuk turut mendoakan para calon jama’ah haji, khususnya empat orang asal Kota Gunungsitoli, agar diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, serta kembali dengan selamat sebagai haji yang mabrur. Ia turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan demi mewujudkan Kota Gunungsitoli yang rukun, sejahtera, aman, dan damai.
Selain merayakan Idulfitri dan melepas calon jamaah haji, rangkaian acara dilanjutkan dengan tabligh akbar oleh Ustadz Sulai Almaidani dan ditutup dengan penggalangan dana bagi korban kebakaran. Dalam aksi solidaritas tersebut, panitia berhasil menghimpun donasi sebesar Rp 102.425.000 yang akan segera disalurkan sepenuhnya untuk meringankan beban para korban.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan pemberian cenderamata kepada jama’ah haji serta penghargaan kepada personel Pemadam Kebakaran Kota Gunungsitoli, Beriman Zalukhu, yang mengalami luka bakar saat bertugas memadamkan api.
Ketua Panitia Krisna Savindo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk RRI Gunungsitoli, instansi, perusahaan sponsor, serta jamaah dan warga MMI yang mendukung penuh terselenggaranya kegiatan.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada RRI Gunungsitoli yang telah mendukung penuh publikasi kegiatan ini, juga kepada seluruh instansi dan perusahaan yang menjadi sponsor, serta tak lupa kepada seluruh jamaah dan warga MMI. Tanpa dukungan, doa, dan sinergi dari semua pihak, mustahil kegiatan ini bisa terlaksana sebaik dan selancar ini,” ungkapnya.
Kesuksesan acara ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan ukhuwah warga Gunungsitoli, baik dalam menjaga kerukunan umat maupun membantu sesama yang sedang tertimpa musibah. *(EF)*.












