Viral, Dapur Makanan Bergizi Gratis Milik Kadin Pidie Aceh Digembok Donatur

*Pengelola Sesalkan Penghentian Paksa Dapur MBG

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), yang di gembok di kompleks Perumahan Graha Citra Karsa. Sabtu, (24/01/2026).
Sigli, AmadaNews. Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kadin Pidie Aceh yang berlokasi di kompleks Perumahan Graha Citra Karsa (GCK) digembok oleh salah satu donatur utama pembangunan. Tindakan ini dilakukan karena belum adanya pembayaran uang sewa tanah serta dugaan ketidaktransparanan pengelolaan oleh Ketua Kadin Pidie, Muhammad Junaidi (Janeng).

Penggembokan dilakukan pada Sabtu (24/1/2026) siang. Pemilik kompleks perumahan, Ichwan, menyebut hal itu terpaksa dilakukan akibat pengingkaran janji kerja sama dan bagi hasil yang disepakati sejak awal pembangunan dapur.

“Dapur Kadin itu dibangun bersama sejumlah donatur. Namun hingga kini kesepakatan tidak dijalankan oleh Muhammad Junaidi. Hak hasil dari MBG tidak diberikan kepada kami, sehingga kami terpaksa menggembok dapur tersebut. Bila perlu kami tutup karena pengelolaan hanya melibatkan keluarganya,” ujar Ichwan.

Menurutnya, pengelolaan dapur seharusnya dilakukan secara bersama-sama demi kesejahteraan sesuai kesepakatan awal. Ichwan menambahkan, sejak awal pembangunan Janeng meminta bantuan donatur untuk mendirikan gedung MBG, tetapi setelah beroperasi pengelolaan dilakukan sendiri tanpa melibatkan pihak lain.

“Janeng tidak menunjukkan itikad baik menyelesaikan persoalan ini. Perjanjian kerja sama diabaikan, sementara sewa lahan dan perlengkapan lain sudah dibayar oleh pihak BGN. Namun hingga kini pembayaran kepada pemilik tanah belum dilakukan, sehingga kami terpaksa menggembok dapur MBG,” tegas Ichwan.

Muhammad Junaidi, selaku pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Yayasan Saudagar Aceh, menyayangkan aksi penggembokan fasilitas dapur yang berlokasi di kompleks Perumahan Graha Citra Karsa.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Junaidi sekaligus Ketua Kadin Pidie, Aceh mengungkapkan keprihatinannya atas penghentian paksa aktivitas dapur tersebut. Pasalnya, fasilitas ini memiliki peran vital dalam menyuplai kebutuhan gizi bagi sedikitnya 3.000 penerima manfaat.

“Kami sangat menyayangkan sikap penggembokan ini. Dapur ini melayani kebutuhan gizi untuk 3.000 anak sekolah, balita, hingga ibu hamil. Akibat kejadian ini, para pekerja juga terpaksa harus dirumahkan,” ujar Junaidi.

Junaidi menjelaskan bahwa pihaknya membuka ruang mediasi bahkan telah berulang kali untuk menyelesaikan persoalan tersebut demi keberlangsungan operasional MBG. Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu karena ketidakhadiran pihak terkait, yakni Ichwan.

Sebagai langkah antisipasi agar program bantuan gizi tidak terhenti total, Junaidi atau yang akrab disapa Juneng, telah berkoordinasi langsung dengan pemilik rumah. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk membuat komitmen baru.

“Sebagai langkah antisipasi, saya selaku pengelola dengan pemilik rumah sudah membuat perjanjian pinjam pakai baru yang berlaku untuk masa waktu tiga bulan ke depan, yang ditandatangani bulan Desember 2025 lalu” tambahnya.

Langkah  administratif ini diambil guna menjamin kepastian operasional dapur MBG, mengingat distribusi makanan tersebut sangat dinantikan oleh kelompok masyarakat  di wilayah tersebut. (Tim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *