Jakarta, Amadanews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF), meski kondisi ekonomi global tengah diliputi ketidakpastian.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai pertemuannya dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/6/2026), dan dituangkan dalam keterangan resmi pada Rabu (15/4/2026).
Menurut Purbaya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi kuat, didukung Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun.
“Indonesia tidak membutuhkan bantuan karena anggaran kita cukup baik dan masih memiliki bantalan yang cukup besar yaitu Rp420 triliun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, IMF sempat mempertanyakan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan perubahan kebijakan sejak akhir tahun lalu, sehingga ekonomi Indonesia justru mengalami percepatan meski diterpa ketidakpastian harga minyak dunia.
“Mereka agak bingung tadinya kenapa kita bisa bertahan. Saya jelaskan bahwa kita sudah mengubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa IMF memproyeksikan ketidakpastian global masih akan berlangsung dalam waktu ke depan, terutama dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
“Perang juga tidak jelas hasilnya akan seperti apa. Jadi, kita akan menghadapi ketidakpastian,” pungkasnya.












