“ Tangisan Hati  Anak Rantau Yang Belum Bisa Berbakti”

gbr. ilustrasi

Cerpen: “ Tangisan Hati  Anak  Rantau Yang Belum Bisa Berbakti”

Oleh: Aa Onoda.

Di kamar kos  yang sempit ini di akhir bulan Desember 2025, saya duduk termenung sambil menangis. Malam semakin larut, lampu jalan bercahaya perlahan redup, dan suara kendaraan perlahan menghilang. Hanya detak jam dinding yang menemani kesepian. Aku,  meraih ponsel membuka foto -foto  lama senyum mamaku masih terlihat hangat, tatapan ayah yang sudah tiada penuh harapan, tanpa terasa Air mataku jatuh tanpa bisa ditahan,  rindu itu menyesakkan dada. “Aku belum bisa berbakti belum bisa membalas semua kasih sayang mereka,belum biasa bahagiakan mereka” bisik dalam hatiku.

Aku ingin menjadi anak yang sukses, yang bisa membuat mereka bangga. Tapi, jalan itu terasa begitu panjang dan berat. Aku merasa seperti tersesat di tengah jalan, tidak tahu arah yang harus kutuju. Selalu bermimpi membahagiakan orang tua,  memberikan kamar rumah yang nyaman, menghadirkan senyum bangga di wajah mereka. Namun kenyataan belum berpihak, aku masih berjuang,  diperantuan, menuntut ilmu, dan bekerja tidak menentu. Setiap kali lelah, teringat tangan ibu dan ayah yang dulu selalu bekerja keras dan memberikan nasehat dengan lembut. Setiap kali gagal, keduanya  selalu mengingatkan untuk berdoa dan tidak menyerah dan menenangkan dengan kata“jangan menyerah, nak,  hidup memang penuh ujian.”

Aku tahu,  mama selalu ada untukku, tapi aku ingin lebih dari itu. Aku ingin menjadi anak yang bisa membahagiakannya, membuatnya tersenyum setiap hari.  Aku akan terus berusaha, terus berdoa, dan berharap suatu hari nanti aku bisa menjadi anak yang berbakti. Aku tidak akan menyerah. Aku akan terus belajar, terus bekerja keras, dan terus berusaha membuat orang tua ku bangga. “Mama, Ayah… maafkan aku yang belum bisa berbakti. Doakan aku agar kuat, agar suatu hari nanti aku bisa membuat kalian tersenyum bangga.” Semoga kita semua bisa menjadi anak yang berbakti dan membuat orang tua kita banga. (A).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *