Amadanews.com – Personel Pos Apalapsili Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) bersama anggota Polsek Apalapsili melaksanakan pengamanan ibadah peringatan masuknya Injil di Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (23/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus bentuk sinergitas TNI-Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah keagamaan.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Pos (Wadanpos) Apalapsili Satgas Yonif 645/GTY, Serka James. Ia mengatakan, pengamanan ibadah merupakan agenda rutin yang dilakukan personel Pos Apalapsili untuk memastikan setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
“Ini merupakan wujud nyata pelayanan kami kepada masyarakat di wilayah penugasan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kami dapat beribadah dengan tenang, aman, dan tanpa rasa khawatir,” ujar Serka James.
Menurutnya, kehadiran personel TNI dan Polri dalam kegiatan keagamaan tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat serta memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan di wilayah Papua Pegunungan.
Setelah rangkaian ibadah selesai, personel Pos Apalapsili bersama anggota Polsek Apalapsili dan masyarakat setempat melaksanakan tradisi bakar batu. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Pada kesempatan itu, personel TNI-Polri juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta memelihara kedamaian di lingkungan masing-masing.
Masyarakat dan pengurus gereja menyampaikan apresiasi kepada personel TNI dan Polri yang telah membantu mengamankan jalannya ibadah serta mendukung pelaksanaan kegiatan adat yang berlangsung setelahnya.
“Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha senantiasa komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat guna menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah perbatasan Papua”, tegas Serka James.












