Ariyanto Lase Gelar Reses Ke-2 di Kelurahan Saombo, Warga Antusias Sampaikan Aspirasi

Ketua LPM Saombo (Syafardin Telaumbanua), Anggota DPRD Kota Gunungsitoli (Ariyanto Lase), Mewakili Camat Gunungsitoli (Rita Ningsih Juniari Buaya, SE), Lurah Saombo( Azwardin Dani Zalukhu, S.Pd) dan Agusman Zendrato (Kepling III).

Gunungsitoli, Amadanews.com – Anggota DPRD Kota Gunungsitoli dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ariyanto Lase menggelar reses masa sidang II (Maret -Juni 2026) daerah pemilihan I di Gedung Jamiatul Khairat, Kelurahan Saombo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Jumat (22/5/2026) pukul 19.30 WIB malam.

Dalam sambutannya, Ariyanto Lase menyampaikan terima kasih atas dukungan warga Saombo sejak pemilihan legislatif tahun 2014 hingga kini masih diberikan kepercayaan untuk menjadi Anggota DPRD Kota Gunungsitoli periode 2024–2029. Reses merupakan kegiatan anggota DPRD di luar gedung dewan untuk bertemu langsung dengan konstituen di daerah pemilihannya.

“Malam ini kita hadir di sini untuk mendengarkan langsung aspirasi bapak-ibu, semua masukan nantinya akan kita sampaikan kepada pemerintah dan dinas terkait,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat disampaikan. Mewakili tokoh pemuda Agusman Halawa menyoroti kondisi drainase di sepanjang jalan nasional yang melintasi Kelurahan Saombo, yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Ia meminta agar Anggota DPRD bersama Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui dinas terkait dapat melakukan koordinasi dan berkolaborasi dalam percepatan pembangunan. Hal ini penting agar jalan lintas negara tersebut tidak semakin rusak akibat genangan air, terutama saat musim hujan, serta tidak terus-menerus ditambal sulam. Agusman juga menekankan perlunya perhatian terhadap drainase yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Selain itu, Agusman juga menyinggung ketersediaan air bersih yang sulit di akses warga selama ini,  dan lahan pembangunan Kantor Koperasi Kelurahan Saombo sesuai Inpres No. 17 Tahun 2025. Menurutnya lahan yang dipersyaratkan sulit dipenuhi Koperasi Kelurahan.  Ia mengusulkan agar lahan eks Kantor Bea Cukai Unit Gunungsitoli milik Bea Cukai Sibolga di Pelabuhan Angin dapat dijadikan alternatif jika diberikan hibah.

Ketidakjelasan aturan dan ketiadaan  Dana Kelurahan, layaknya Dana Desa turut dikeluhkan sebagai kendala utama belum berjalannya Koperasi KMP Saombo. Agusman meminta agar Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui dinas terkait dapat mengambil langkah proaktif mengingat keberadaan koperasi memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan  perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Bung Halawa juga mengingatkan agar pimpinan OPD tidak melemah dalam pelayanan publik dengan alasan efisiensi anggaran. Ia pun mengibaratkan “ucapan kata efisiensi itu seperti tajam mata pisau silet”  menyakit hati rakyat. Layani  setiap keluhan masyarakat sepenuh hati tanpa menunda-nunda”, tegasnya.

Sementara tokoh masyarakat  Ama Gunawan Laia, menyoroti  lampu jalan yang belum dipasang di sejumlah titik di kelurahan Saombo. ” Iya karena saya di PLN, mereka mengeluh sama saya supaya  lampu dipasang di jalan itu karena gelap. pada kesempatan ini mohon pak dewan  berjuang mendorong agar dinas terkait memasangnya”  pintanya.

Mewakili Nelayan, Ama Lilis Zalukhu dengan penuh semangat seolah tidak mau melewatkan kesempatan reses Anggota DPRD dari Partai PAN tersebut meminta  Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui dinas terkait memperhatikan nelayan saombo “Kalau ada bantuan modal, kapal nelayan beserta fasilitasnya”. ucapnya.

Lurah Saombo, Azwardin Dani Zalukhu, S.Pd  menyoroti kondisi jalan gang yang rusak, kebutuhan zebra cross di depan UNIAS dan Simpang Golkar, serta pemeliharaan gedung kantor kelurahan yang kondisinya memprihatinkan. Ia juga mengeluhkan jaringan internet yang belum terpasang di kantor kelurahan.

“Sekarang giat digitalisasi, tetapi internet belum terpasang. Sudah pernah kami sampaikan, namun belum terealisasi,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ahmad Yani Telaumbanua, S.Pd.I, Sekretaris LPM Saombo, menyoroti drainase dekat Universitas Nias yang sudah tidak berfungsi dan membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah kota.

Menanggapi aspirasi yang telah disampaikan masyarakat Kelurahan Saombo, Ariyanto Lase menjelaskan tentang kendala-kendala masalah teknis yang ada, dan berbagai hal tentang pembangunan di Kota Gunungsitoli. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan, mengingatkan, serta menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli, baik melalui mekanisme Musrenbang maupun melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD.

Kegiatan reses turut dihadiri Perwakilan Pimpinan SKPD, Mewakili Camat Gunungsitoli, Lurah Saombo, pengurus LPM, para kepala lingkungan, ASN Kelurahan Saombo, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Nelayan, dan para undangan lainnya. *(EF)*.

Penulis: Efrizal CaniagoEditor: Asyraf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *