Amadanews.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengusulkan tambahan anggaran Tahun 2027 sebesar Rp 157,76 triliun untuk mendukung berbagai program prioritas pendidikan. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Gedung Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut Mu’ti, tambahan anggaran akan digunakan untuk memperluas revitalisasi satuan pendidikan hingga 100 ribu sekolah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, meningkatkan satuan biaya Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang SD dan SMP, serta penyediaan sarana dan peralatan pendidikan. Pemerintah juga berencana memperluas bantuan biaya pendidikan bagi guru guna meningkatkan kompetensi hingga jenjang sarjana (S1) atau diploma empat (D4).
Selain itu, Kemendikdasmen mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 306,51 triliun untuk menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 3/PUU-XXII/2024 terkait penyelenggaraan pendidikan dasar tanpa biaya.
“Kami memastikan terwujudnya pendidikan dasar tanpa pungutan secara bertahap dan berkelanjutan,” tegas Mu’ti.
Sementara itu, pagu anggaran Kemendikdasmen 2027 ditetapkan sebesar Rp 61,10 triliun, naik Rp 2,86 triliun dari pagu indikatif Rp 58,24 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan antara lain untuk revitalisasi satuan pendidikan Rp 9,28 triliun, digitalisasi pembelajaran Rp 5,83 triliun, peningkatan kesejahteraan guru non-ASN Rp 14,09 triliun, Program Indonesia Pintar Rp 13,79 triliun, sekolah nasional terintegrasi Rp 7,21 triliun, wajib belajar pendidikan dasar tanpa biaya Rp 5 triliun, serta bantuan perlengkapan sekolah Rp 250 miliar.
Kemendikdasmen juga menyiapkan Rp 2,69 triliun untuk belanja operasional pegawai dan perkantoran serta Rp 40 miliar untuk studio guru. *(r/a)*












