Tengkorak Misterius Ditemukan di Sungai Batoto Nias Utara, Diduga Korban Buaya

Ilustrasi

Nias Utara, Amadanews.com –  Ps. Kapolsek Lahewa, IPDA Sin. Harefa, S.Pd., M.H., bersama jajarannya mendatangi lokasi penemuan yang di diduga tengkorak manusia di aliran Sungai Batoto, Dusun I, Muzoi, Lahewa Timur, Nias Utara, Selasa (19/05/26), sekira pukul 14.30 WIB.

Kapolsek Lahewa mengatakan bahwa penemuan tengkorak MR X tersebut bermula dari informasi  dari laporan warga an. Odaligo Zega (50), Selasa, (19/05/26) sekitar pukul 13.00 WIB, yang melihat benda berwarna putih tersangkut di pinggir sungai, tepatnya di samping lahan kebun kelapa miliknya. Benda tersebut diketahui mengeluarkan aroma Bau Busuk, sehingga menimbulkan Kecurigaan dan Melaporkan ke Polsek Lahewa.

“Mendapati laporan tersebut, polsek Lahewa langsung bergerak menuju lokasi. Kemudian petugas melakukan pengecekan dan evakuasi terhadap benda yang dicurigai tersebut ke pinggir sungai. Hasil identifikasi awal di lokasi, bahwa benda tersebut adalah bagian kepala (tengkorak Manusia) serta tulang berulang yang kondisinya sudah membusuk” terang IPDA Sin. Harefa.

Setelah melaksanakan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti, Petugas mengevakuasi bagian tengkorak (kepala) dan tulang MR X  tersebut ke RSUD dr. M. Thomson Gunungsitoli untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penemuan tengkorak MR X ini, diduga ada hubungannya dengan peristiwa yang sebelumnya terjadi pada hari Senin, (27/04/26), sekitar pukul 22.15 WIB, dimana warga berinisial OG (50) warga Desa Lolofaoso, Lotu, Nias Utara diduga diterkam buaya saat sedang menjaring ikan bersama dengan rekan-rekannya di kawasan Pantai Turezoliho, Desa Muzoi.

Berdasarkan analisis lokasi, aliran Sungai Batoto tempat ditemukannya tengkorak (kepala) dan bagian tulang  merupakan aliran sungai yang bermuara langsung ke Pantai Turezoliho atau lokasi pertama kali korban OG di laporkan hilang di duga diterkam buaya.

Sementara itu, Kapolres Nias AKBP Agung S.D.C., S.Psi., M.Psi., Psi., M.K, melalui Plt. Kasi Humas  Aipda Aris K. Gulo, S.H menyampaikan bahwa untuk memastikan identitas tengkorak tersebut apakah identik dengan warga yang diduga diterkam buaya, Polres Nias telah meminta bantuan Tim Forensik Polda Sumut untuk melakukan kraniologi forensik, yakni pemeriksaan antropologi forensik pada tengkorak. *(EF)*.

Penulis: Efrizal CaniagoEditor: Asyraf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *