Amadanews.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani Perkasa mengungkapkan bahwa banyak investasi asing yang masuk ke Indonesia tercatat berasal dari Singapura dan Hong Kong, meski sumber modal sebenarnya kemungkinan berasal dari negara lain seperti China hingga Korea Selatan.
Dalam konferensi pers di Istana Negara Jakarta, Kamis (16/7/2026), Rosan menjelaskan pemerintah hanya mencatat realisasi investasi sesuai negara asal entitas terkait, bukan berdasarkan penerima manfaat akhir (ultimate beneficial investor). “Kalau kita lihat memang yang dari Hong Kong ini sebetulnya tetap asalnya kebanyakan memang dari China juga,” ujarnya.
Pola serupa juga berlaku pada investasi yang tercatat dari Singapura maupun Malaysia. Menurut Rosan, hal itu terjadi karena perusahaan kerap menanamkan modal melalui entitas berbasis di pusat keuangan regional, sehingga negara yang tercatat belum tentu menjadi sumber modal sebenarnya.
Berdasarkan data, Singapura menjadi negara asal Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Indonesia pada Semester I 2026 dengan kontribusi US$8,8 miliar, disusul Hong Kong US$7,6 miliar, China US$3,9 miliar, Jepang US$1,9 miliar, dan Amerika Serikat US$1,7 miliar.
Sepanjang semester pertama tahun ini, realisasi investasi nasional tumbuh 7,2% yoy menjadi Rp1.010,6 triliun, atau 49,5% dari target tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Capaian tersebut berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja, meningkat sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Rosan menambahkan, investasi di sektor hilirisasi kini menyumbang hampir 30% dari total realisasi investasi nasional, mencerminkan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja. Ia menegaskan kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap terjaga, tercermin dari kontribusi seimbang antara PMDN dan PMA.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus menyederhanakan regulasi, memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga, serta menghilangkan ego sektoral demi menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif. *(r/a/idnf)*












