Amadanews.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), panitia menyelenggarakan turnamen bulutangkis yang diikuti 69 pasangan pemain di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Turnamen tersebut mempertandingkan tiga kategori, yakni ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antaranggota dan alumni KAHMI.
Saat membuka turnamen, Sekretaris Dewan Penasehat Majelis Nasional (MN) KAHMI yang juga Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan apresiasinya atas prestasi bulutangkis Indonesia yang kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Menurutnya, keberhasilan tim beregu putra Indonesia meraih medali emas pada Asian Games 2026 di Jepang merupakan pencapaian yang membanggakan dan patut diapresiasi.
“Kita baru saja meraih emas nomor beregu putra Asian Games 2026 di Jepang. Kita ucapkan sukses dan selamat atas prestasi yang diraih,” ujar Viva Yoga.
Ia menilai, kualitas bulutangkis Indonesia tidak hanya diakui melalui prestasi atlet, tetapi juga melalui kontribusi para pelatih nasional yang banyak dipercaya menangani tim dan klub di berbagai negara.
Menurut Viva Yoga, sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Kanada, Belanda, Korea Selatan, Jepang, hingga China menggunakan jasa pelatih asal Indonesia untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet mereka.
“Kita mengekspor pelatih,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui pengetahuan para pelatih Indonesia yang melatih di luar negeri membuat atlet negara lain semakin memahami karakter permainan Indonesia sehingga mampu menjadi pesaing yang tangguh.

Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga berharap turnamen yang digelar KAHMI dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan antaranggota organisasi.
“Hari ini kita merayakan 60 tahun KAHMI,” ujarnya.
Sebagai mantan Presidium MN KAHMI, Viva Yoga menjelaskan bahwa KAHMI lahir bersamaan dengan Kongres VIII HMI dan pembentukan Korps HMI-Wati (KOHATI) pada 17 September 1966 di Solo.
Ia menegaskan, KAHMI memiliki peran penting sebagai wadah silaturahmi alumni HMI, mendukung proses perkaderan organisasi, serta membantu pengembangan ekonomi, sosial, budaya, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya.
“Lewat KAHMI mari saling membantu,” tegasnya. *(r/a/ef)*












